Kultum Keutamaan Sabar Di Bulan Ramadhan
Assalamualaikum Wr Wb
Alhamdulillahi robbil ‘alamin assholatu
wassalamu ‘ala asyrofil ambiya’i wal mursalin, wa’ala alihi wasohbihi ajma’in
‘amma ba’du. Asyhadu alla illaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu
anna muhammadan abduhu wa rosuuluh.
Yang terhormat
Kepala Sekolah Bapak Mujirin, S.Pd, yang saya hormati bapak/ibu guru, serta
siswa siswi SMP Negeri 5 Satu Atap Karangmoncol yang saya cintai, saya
dambakan, saya harapkan prestasinya, dimana dipundak kalian kami titipkan
kemajuan bangsa Indonesia.
Salah satu nama
Ramadhan adalah syahrush shabr, yaitu bulan kesabaran. Mengapa Ramadhan disebut
bulan kesabaran? Sebab, ibadah utama di bulan ini adalah puasa dan puasa adalah
separuh kesabaran. Rasulullah SAW bersabda: “Puasa itu separuh kesabaran”, (HR
Tirmidzi).
Dengan puasa,
umat muslim dididik untuk bersabar, menahan lapar dan haus sejak terbit fajar
hingga terbenamnya matahari. Ada makanan tidak dimakan, ada minuman tidak
diminum, padahal makanan itu milik sendiri minuman itu milik sendiri.
Ia menahan diri untuk tidak mengkonsumsinya. Demikian
pula, dengan istri cantik, pasangan yang halal. Namun ia menahan diri untuk
tidak mencampurinya karena sedang puasa. Demikian pula menahan diri dari
mengumpat, dari marah, meskipun ia dipancing-pancing orang. Tapi dijawabnya
“innii shoimun”, sesungguhnya aku sedang berpuasa.
Menahan diri inilah yang merupakan bagian dari
pendidikan kesabaran yang Allah SWT canangkan melalui puasa. Dan Allah SWT
telah menyediakan banyak sekali keutamaan untuk orang-orang yang sabar.
Keutamaan Sabar
Dalam Al Quran, Allah SWT menyebutkan
keutamaan-keutamaan orang yang sabar. Sedikitnya ada tiga, kemudian dalam
hadits, Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan sabar yang luar biasa.
Berikut ini ada empat keutamaan sabar dalam Al Quran dan Sunnah:
1.
Pahala Tanpa Batas
Keutamaan sabar yang pertama adalah pahala tanpa batas dari Allah
SWT.
2.
Mendapatkan
maiyatullah
Keutamaan sabar yang kedua adalah
orang yang sabar akan mendapatkan kebersamaan Allah SWT (maiyatullah). Artinya,
seseorang yang telah sabar, maka akan diliputi dan dinaungi Allah SWT dengan
rahmat-Nya, perlindungan-Nya, pertolongan-Nya, dan ridho-Nya. Adapun dzat Allah
SWT tidak sama dan tidak bersama dengan makhluk-Nya.
3.
Kunci kebaikan
Bersama syukur, sabar merupakan
kunci kebaikan. Seseorang selalu baik di sisi Allah SWT tatkala mampu
mengkombinasikan sabar dan syukur dalam kehidupannya. Inilah keutamaan sabar
yang ketiga.
4.
Dicintai Allah
SWT
Keutamaan sabar berikutnya adalah
orang yang sabar akan dicintai Allah SWT.
Seorang muslim harus sabar menjalankan perintah Allah
SWT meskipun perintah itu berat dan dibenci oleh nafsunya. Kesabaran juga harus
diimplementasikan dalam meninggalkan kemaksiatan dan larangan-larangan Allah
SWT.
Perlu dipahami bahwa sabar dalam Islam bersifat
proaktif dan progresif, yang tidak statis tetapi telah didahului atau bersamaan
dengan ikhtiar maksimal dan upaya untuk senantiasa mencari solusi atas
problematika yang dihadapinya. Saat semua upaya telah dilakukan, ikhtiar
mencapai batas maksimal, maka saat itulah sabar bertemu dengan tawakal,
berserah kepada Allah SWT.
Semoga di bulan suci Ramadhan
tahun ini kita mampu melatih kesabaran kita dan Allah SWT menganugerahkan
keutamaan sabar dan pahala-Nya.
Membuat kue di hari raya
Mencampur tepung bersama ragi
Salam undur dari saya
Semoga besok bertemu lagi
Wassalamualaikum Wr Wb.
Keistimewaan 10 hari bulan Ramdhan
Alhamdulillahi robbil ‘alamin assholatu
wassalamu ‘ala asyrofil ambiya’i wal mursalin, wa’ala alihi wasohbihi ajma’in
‘amma ba’du. Asyhadu alla illaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu
anna muhammadan abduhu wa rosuuluh.
Yang terhormat Kepala Sekolah Bapak Mujirin, S.Pd, yang saya
hormati bapak/ibu guru, serta siswa siswi SMP Negeri 5 Satu Atap Karangmoncol
yang saya cintai, saya dambakan, saya harapkan prestasinya, dimana dipundak
kalian kami titipkan kemajuan bangsa Indonesia.
Dengan hati yang suci marilah kita panjatkan puji, dari
tempat yang makmur marilah kita panjatkan syukur, kepada pemilik alam semesta
pencipta insan di dunia, pembolak balik hati manusia yakni Allah Subhanahu Wa Ta’ngala.
Tenangnya sholawat sucinya salam semoga tercurah tanpa pernah padam, kepada
rahkmat pemuka alam, pemuhasabah dari yang awam, pahlawan revolusi islam Nabi
besar Muhammad Shalalahu Alaihi Wasalam.
Pada hari ini saya akan mengisi kultum dengan tema “keistimewaan
10 hari kedua bulan Ramadhan”
Keistimewaan 10 hari kedua bulan Ramadan tidak kalah
besar dengan 10 hari pertama dan terakhir. Seperti yang telah diketahui, ada
tiga fase Ramadan di mana Allah SWT memberikan pengampunan.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu,
dimana ia berkata bahwa Rasulullah SAW Bersabda: “Awal bulan Ramadan adalah
Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan
dari api neraka).”
10 hari kedua di bulan Ramadan ini merupakan hari terbaik
untuk berdoa meminta kebaikan dunia dan akhirat. Sebab pada hari-hari tersebut
Allah SWT memberi kenikmatan dikabulkannya doa bagi hambaNya. Karena waktu
terkabulnya doa yang paling mustajab ada di bulan Ramadan.
Selipkan dalam doa kalian permohonan ampun atas kesalahan apa
yang kalian perbuat selama ini, dan berjanji untuk tidak mengulaninya kembali,
dan jangan lupa pula dalam doa kalian doa untuk orang tua kalian, guru ngaji
kalian, guru disekolah kalian, teman-teman kalian, dan tentunya doa untuk diri
sendiri agar selalu dilimpahi kesehatan, kebaikan, dan limpahan pahala di bulan
Ramadhan ini.
Untuk memperkuat doa tersebut tentunya kita melakukan amalan
– amalan yang baik yang kita lakukan selama 10 hari kedua di bulan Ramadhan ini
seperti :
v Membaca Al-Qur’an. Amalan satu ini merupakan amalan utama di
bulan Ramadan. Dari Ibnu Mas’ud, Rasullullah SAW bersabda, “barangsiapa membaca
satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu
dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu
huruf; tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf” (HR.
At-Tirmidzi)
v Qiyamul Lail. Seperti disebutkan dalam sebuah hadis,
barangsiapa yang mendirikan salat malam selama bulan Ramadan, maka dosa-dosanya
akan diampuni. Bahkan ia umpama bayi baru lahir.
v Sedekah. Bersedekah merupakan wujud ketaatan seorang hamba
terhadap Allah SWT dan juga wujud kepedulian terhadap sesama.
v Memberi Makan orang yang berpuasa. Seperti sabda Rasullullah
SAW, “Barang siapa memberi makan orang berpuasa, maka baginya pahala seperti
orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu
sedikit pun” (HR. Ahmad)
Semoga kita semua bisa melakukan hal
tersebut dan mendapatkan kebaikan atas apa yang kita lakukan.
Demikian yang dapat saya sampaikan,
terimakasih atas segala perhatian dan mohon maaf apabila ada kesalahan.
Membuat kue di hari raya
Mencampur tepung bersama ragi
Salam undur dari saya
Semoga besok bertemu lagi
Wassalamualaikum Wr Wb.
Alhamdulillahi robbil ‘alamin assholatu wassalamu ‘ala
asyrofil ambiya’i wal mursalin, wa’ala alihi wasohbihi ajma’in ‘amma ba’du.
Asyhadu alla illaha illallah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan
abduhu wa rosuuluh.
Dhumateng Bapak/Ibu Kepala Sekolah engkang kulo
hurmati. Bapak Ibu Guru ingkang kulo hurmati ugi, sedoyo siwa engkang
bahagia lan kulo tunggu prestasinipun. Poro hadirin hadirot ingkang kulo
hurmati! Monggo wonten ing kesempatan meniko kulo lan panjenengan sedoyo sami
muji syukur dumateng ngarsonipun Alloh SWT. Kranten Alloh sampun paring Rohmat,
Ni’mat dateng kito sedoyo ingkang arupi tetepipun Iman lan Islam.
Ingkang kaping kalihipun mugiho Rahmat lan Salam
Bahagia Alloh selalu dipun limpahaken kanjeng Nabi Muhammad SAW, poro ahli
keluarga lan poro sohabatipun. Poro Rawuh ! monggo kulo lan panjenengan sedoyo
meniko samiyo ningkataken anggenipun taqwa dumateng Alloh SWT. Tegesipun kito
nindakkaken perintahipun, shoho nebihi dateng laranganipun, dene termasuk
perintahipun Alloh inggih meniko : Alloh sampun majibaken dateng kito sedoyo
inggih meniko nglampahi poso wonteng ing wulan Romadhon, Alloh sampun dawuh wonteng
Al-Qur’an :
Ingkang artosipun : “He wong-wong kang podo iman, den
wajibake marang siro kabeh nglakoni poso. Koyo dene den wajibake maring
wong-wong sakdurunge siro kabeh. Supoyo siro podo taqwa” (Al- Baqarah : 183).
Pramilo saking meniko, monggo kedatangan wulan Romadhon
meniko kito sambut kanti gembira. Kito penuhi mawi kegiatan-kegiatan, tadarrus
Al-Qur’an, Shodaqoh dateng fakir miskin, lan sanes-sanesipun. Dene ingkang
pokok inggih meniko, wonten ing wulan Ramadhan meniko kito tindakaken poso
kanti khusus’ khitmah, shoho nebihi larangan-larangan ingkang nimbulaken
batalipun poso. Kados dene guneman ingkang awon, ngrasani tiyang sanes, lan
lmtu-hntunipun. Kranten menurut sebagian Ulama’, tembung poso meniko bahasa
arabipun saking kata ingkang hurufipun wonten tigo. Inggih meniko huruf Shod,
huruf Wawu lan huruf Mim. Tigang huruf meniko anggadahei makna/arti
piyambak-piyambak.
Dene ingkang No. 1 (huruf shod) meniko sangking kata Shumtum
ingkang artosipun meneng. Berarti tiyang poso, meniko kedah meneng lisanipun
saking guneman ingkang awon, utawi meneng saking ngrasani lan sanesipun.
No. II (huruf Wawu) meniko saking kata Waro’un utawi Wiro’i.
Ingkang maksudipun bilih tiang poso meniko kedah wira’i utawi nebihi sangking
perkawis ingkang haram, utawi perkawis-perkawis ingkang dipun cela/dipun wodho
minggahipunsyara’.
No. Ill (huruf Mim) meniko saking kata Malakun ingkang
artosipun ngeker, utawi mencegah, tegesipun bilih tiang poso meniko kedah saget
ngeker lan nyegah perkawis-perkawis ingkang ndadosaken batalipun poso. Poro
hadirin hadirot ingkang kulo hormati ! Sak derengipun kulo akhiri anggen kulo
matur, manggo sepindah malih, datengipun wulan Romadhon meniko kito isi kanti
amalan-amalan ingkang sahe. Supados mangke medal saking wulan Romadhon kito
angsal nilai-nilai ibadah ingkang sahe. Sehinggo saget dipun sepunten duso-duso
kito. kranten kanjeng ingkang sahe, sehinggo saget dipun sepunten duso-duso
kito. kranten kanjeng Nabi dawuh : Ingkang artosipun :
“Sopo
wonge jumenengi wulan Romadhon kanti Iman lan nuprih krono Alloh. Mongko den
ngapuro duso-dusone kang wis kliwat”
Poro siswa lan guru…. kintenipun cekap semanten atur kulo sedoyo kelepatan, kulo
nyuwun pangapunten lahir lan batin.
Wassalamualaikum wr wb.
0 comments:
Posting Komentar