Selasa, 18 Maret 2025

                                                  

 I.         Pilihlah jawaban yang paling tepat dengan memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.

A.      Literasi

1.        Bacalah teks informasi berikut!

Estivasi, Apakah itu?

Pada musim dingin, beberapa hewan melakukan hibernasi untuk bertahan hidup dari suhu dingin. Namun, tahukah kamu bahwa beberapa hewan melakukan hal yang serupa pada musim panas dan disebut dengan estivasi.

Estivasi adalah hibernasi pada musim panas. Panas yang tinggi dan kemarau yang panjang, memaksa hewan untuk beradaptasi dengan cara estivasi. Estivasi terjadi ketika hewan memasukin masa dormansinya (tidak aktif) karena cuaca yang sangat panas dan kering. Estivasi ditandai dengan laju pernapasan, detak jantung, dan laju metabolisme yang menurun secara drastis untuk menghemat energi dibawah kondisi panas ekstem tersebut. Biasanya, hewan akan melakukan estivasi di lingkungan yang lebih lembap, sejuk, dan juga teduh. Lamanya estivasi bergantung pada jenis hewan yang melakukannya.

Lamanya estivasi maupun hibernasi merupakan cara makhluk hidup untuk menyesuaiak diri dengan lingkungan agar dapat bertahan hidup.

Sumber: https://www.kompas.com/skola/read/2022/08/03/113000569/estivasi--hibernasi-pada-musim-panas

Berikut merupakan beberapa fenomena yang menggambarkan ciri makhluk hidup:

Fenomena yang menggambarkan ciri makhluk hidup sesuai dengan teks informasi ditunjukan oleh nomor ….

A.    (1) dan (3)

B.     (1) dan (4)

C.     (2) dan (3)

D.    (2) dan (4)

2.        Tumbuhan hijau memiliki kemampuan melakukan fotosintesis yakni pengubahan senywa sederhana (karbondioksida dan air) menjadi senywa kompleks (glukosa). Selain glukosa dalam proses fotosintesis juga menghasilkan oksigen (O2). Selanjutnya oksigen akan digunakan oleh makhluk hidup untuk bernapas. Oksigen yang dihirup akan digunakan untk mengoksidasi zat makanan di dalam sel sehingga dihasilkan energi. Proses oksidasi akan menghasilkan zat sisa berupa karbondioksida (CO2) seperti terlihat pada bagan.

Kesimpulan yang benar tentang ciri makhluk hidup berdasarkan bacaan dan bagan di atas adalah ….

A.    tumbuhan hijau memiliki kemampuan menghasilkan energi dengan memanfaatkan karbondioksida di udara melalui proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang digunakan tumbuhan, hewan, dan manusia bernapas

B.     tumbuhan hijau memiliki kemampuan menghasilkan energi dengan memanfaatkan oksigen di udara melalui proses fotosintesis dan menghasilkan karbondioksida yang digunakan tumbuhan, hewan, dan manusia bernapas

C.     tumbuhan hijau memiliki kemampuan menghasilkan energi dengan memanfaatkan oksigen dan karbondioksida di udara melalui proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen yang digunakan tumbuhan, hewan, dan manusia bernapas

D.    tumbuhan hijau memerlukan karbondioksida untuk melakukan proses fotosintesis dan menghasilkan oksigen dan karbondioksida yang digunakan tumbuhan, hewan dan manusia untuk bernapas

3.        Menurut para ahli Botani, tanaman melati terapat sekitar 200 jenis di seluruh dunia. Salah satu jenis yang popular adalah melati putih. Melati putih memiliki tingkatan takson sebagai berikut:

Kingdom  : Plantae

Phylum     : Spermathophyta

Class         : Magnoliopsida

Ordo         : Lamiales

Family      : Oleaceae

Genus       : Jasminum

Species     : Jasminum sambac

Berdasarkan informasi tersebut, kita dapa membuat kesimpulan bahwa ….

A.    Melati putih merupakan anggota kingdom plantae. Makhluk hidup yang masuk dalam kingdom plantae memiliki banyak persamaan karakteristik

B.     Melati putih termasuk anggota kingdom plantae, sehingga tidak memiliki persamaan karakteristik sesama anggotannya

C.     Melati putih memiliki sangat sedikit kesamaan karakteristik pada kelompok dengan genus yang sama

D.    Melati putih memiliki banyak persamaan karakteristik pada kelompok dengan spesies yang sama

4.        Perhatikan kunci determinasi berikut ini!

1.

a.

Bertulang belakang ………………………………………………………………….

2

 

b.

Tidak bertulang belakang ……………………………………………………………

avertebrata

2.

a.

Bergerak menggunakan sirip ………………………………………………………..

Pisces

 

b.

Bergerak tidak menggunakan sirip …………………………………………………..

3

3.

a.

Penutup tubuh berupa sisik ………………………………………………………….

Reptilia

 

b.

Penutup tubuh bukan berupa sisik ………………………………………………......

4

4.

a.

Memiliki bulu ……………………………………………………………………….

Aves

 

b.

Tidak Memiliki bulu ………………………………………………………………...

5

5.

a.

Mempunyai kelenjar susu …………………………………………………………...

Mamalia

 

b.

Tidak Mempunyai kelenjar susu …………………………………………………….

Amfibia

Kunci determinasi yang benar untuk makhluk hidup berikut yang benar adalah ….

A.    katak: 1a, 2b, dan 3a

B.     ikan lele dan belut: 1a, 2b, dan 3a

C.     ayam dan unggas: 1a, 2b, 3b, dan 4a

D.    buaya dan ular: 1a, 2b, 3b, 4b dan 5b

5.        Bacalah teks bacaan berikut secara cermat

Bakteri adalah makhluk hidup yag memiliki ciri bersel satu (uniseluler) dan tidak memiliki membran inti (prokariotik). Baketi dapat hidup di berbagai tempat seperti tanah, makanan, bahkan di dakam tubu manusia contohnya di kulit, mulut, dan rambut. Meskipun bakteri dapat hidup di berbagai tempat, kita tidak akan dapat melihatnya secara langsung. Untuk melihatnya kita memerlukan alat bantu berupa mikroskop.

Gambar. Bakteri

Alga atau ganggang adalah kelompok organisme bersel satu atau bersel banyak yang dapat ditemukan di berbagai lingkungan, terutama di perairan seperti sungai, danau, laut, serta tempat-tempat lembab lainnya. Alga memiliki beragam bentuk dan ukuran, mulai dari mikroskopis hingga yang dapat terlihat dengan mata telanjang. Beberapa alga memiliki pigmen hijau seperti tumbuhan, yang memungkinkan mereka melakukan fotosintesis untuk memproduksi makanan sendiri. Namun, ada juga alga yang memiliki pigmen berbeda, seperti coklat, merah, atau biru, yang memberikan warna khas pada jenis alga tersebut. Peran alga dalam ekosistem sangat penting. Selain berperan sebagai produsen utama yang menyediakan makanan bagi organisme lain, alga juga berfungsi sebagai produsen oksigen melalui proses fotosintesis. Beberapa jenis alga juga digunakan dalam industri makanan, kosmetik, dan farmasi.

Gambar. Alga

Berikut ini pengelompokan bakteri dan alga dalam klasifikasi lima kingdom yang paling tepat adalah ….

A.    Ganggang merupkan kelompok kingdom protista karena memiliki ciri bersel banyak (multiseluler) dan memiliki membran inti (eukariotik)

B.     Ganggang merupakan kelompok kingdom monera karena memiliki ciri bersel banyak (multiseluler) dan memiliki membran inti (eukariotik)

C.     Bakteri merupakan kelompok kingdom monera karena memiliki ciri bersel satu (uniseluler) dan memiliki membran inti (eukariotik)

D.    Bakteri merupakan kelompok kingdom protista karena memiliki ciri bersel satu (uniseluler) dan tidak memiliki membran inti (prokariotik)

6.        Gambar berikut menunjukan keadaan ekosistem perairan dengan berbagai makhlluk hidupnya.

Berdasarkan gambar di atas jika terjadi peningkatan nutrisi bagi tumbuhan di perairan, sehingga menyebabkan tumbuhan M dan N bereproduksi sangat cepat, apa dampak yang akan terjadi pada ekosistem tersebut  ….

A.    Kesemimbangan ekosistem akan tetap terjaga, meskipun permukaan kolam tertutup oleh tanaman M dan N

B.     Jumlah populasi tanaman L tidak berubah, meskipun permukaan kolam tertutup oleh tanaman M dan N

C.     Populasi hewan K tidak akan menerima dampak dari peningkatan jumlah tanaman M dan n, dikarenakan hewan K dapat bergerak bebas

D.    Tanaman L mengalami penurunan jumlah populasi, dikarenakan intensitas cahaya yang masuk ke dasar kolam menjadi berkurang sehingga laju fotosintesis akan menurun.

7.        Disawah dekat permukiman memiliki komponen-komponen ekosistem dan aliran energi antarkomponennya seperti pada jaring-jaring makanan berikut:

Petani membasmi hama tikus yang menyerang sawahnya mengggunakan redontisida agar hasil panen padinya meingkat. Ayam yang telah dewasa juga disembelih untuk meningkatkan gizi keluarga. Kemungkinan yang akan terjadi dalam ekosistem tersebut adalah ….

A.    Populasi ulat dan katak menurun, sedangkan populasi ular meningkat

B.     Populasi ulat dan belalang meningkat, sedangkan populasi katak menurun

C.     Populasi katak dan ular meingkat, sedangkan populasi elang menurun

D.    Populasi ulat dan belalang meningkat, sedangkan populasi ular menurun

8.        Bacalah artikel berikut ini dengan seksama!

Ragam Jamur di Hutan

Keberadaan jamur di hutan mungkin tidak sepopuler tanaman berkayu. Akan tetapi, jamur merupakan satu diantara berbagai jenis organisme yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan dan kelestarian alam. Bersama dengan bakteri dan mikroorganisme lainnya, jamur berperan sebagai dekomposer atau pengurai bahan organik. Dalam hal ini jamur akan melakukan proses penguraian atau dekomposisi bahan organik untuk mempercepat siklus materi dalam ekosistem hutan. Dengan demikian, jamur turut membantu menyuburkan tanah melalui penyediaan nutrisi bagi tumbuhan.

Diperkirakan terdapat 1,5 juta spesies jamur di dunia dan hingga tahun 1996 hanya 69.000 spesies jamur yang telah berhasil diidentifikasi. Sejumlah 200.000 spesies diperkirakan ditemukan di Indonesia, dimana hingga saat ini belum ada data pasti mengenai jumlah spesies jamur tersebut, yang telah berhasil diidentifikasi, dimanfaatkan ataupun yang telah punah akibat ulah manusia.

Selain itu, masih banyak spesies jamur yang belum diketahui manfaaatnya hingga saat ini, sehingga pemanfaatan langsung sebagai sumber makanan ataupun bahan obat belum maksimal dilakukan. Taman Nasional Way Kambas dengan luas yang mencapai 125.621,30 Ha memiliki potensi biodervitas yang sangat besar. Potensi tersebut dapat berupa potensi jamur yang sangat berguna bagi masyarakat.

Berdasarkan informasi dari artikel di atas, kesimpulan yang paling tepat tentang peranan jamur dalam ekosistem adalah ….

A.    Jamur memiliki peranan penting bagi keseimbangan lingkungan karena jamur merupakan organisme yang dapat membuat makanan sendiri (autotrof)

B.     Jamur memiliki peranan sebagai dekomposer atau pengurai bahan organik dalam ekosistem sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui penyedia nutrisi bagi tumbuhan

C.     Jamur kurang memiliki potensi dan berguna bagi masyarakat sehingga budidaya jamur tidak digalakan oleh pemerintah

D.    Jamur tidak dapat dikelompokan dalam kingdom plantae (tumbuhan) karena jamur makhluk hidup uniseluler (bersel satu)

9.        Bacalah artikel berikut!

Selain Pengeboman Ikan, Membuang Sampah di Laut Juga Merusak Ekosistem laut

KBRN, Gorontalo: kerusakan ekosistem laut bukan hanya disebabkan oleh pengeboman ikan dan penggunaan bahan beracun, tetapi membuang sampah di laut juga turut berperan dalam perusakan ekosistem laut, minggu (27/02/2022). Penegasan tersebut disampaikan kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Gorontalo Utara, Manda Sunge. Terkait hal itu maka perlu adanya kesadaran semua pihak agar tidak membuang sampah ke laut.

“Kita harus menghindari perilaku-perilaku menangkap ikan dengan cara yang ilegal, seperti melakukan pengeboman ikan, menangkap ikan menggunakan bahan beracun termasuk juga perilaku membuang sampah di laut menjadi salah satu penyebab rusaknya ekosistem laut” tegas Manda Sunge. Menurutnya, kerusakan ekosistem laut, akan berakibat kepada manusia itu sendiri, dengan ekosistem laut yang rusak, maka nelayan akan lebih sulit untuk mencari ikan.

“Jika ekosistem laut rusak seluruh biota laut yang hidup di dalamnya akan mati. Dampak yang akan dirasakan cukup besar, salah satunya adalah susahnya mencari ikan-ikan yang ingin kita konsumsi” jelas Manda. Terkait hal itu, Mande Sunge mengajak kepada masyarakat agar mampu menjaga dan merawat ekosistem di laut.

Berdasarkan artikel di atas dampak pengeboman ikan serta perilaku membuang sampah di laut bagi keseimbangan ekosistem adalah ….

A.    Pengeboman ikan, penggunaan bahan beracun dan perilaku membuang sampah di perairan laut dapat meningkatkan jumlah penangkapan ikan yang diperoleh nelayan

B.     Pengeboman ikan, penggunaan bahan beracun dan perilaku membuang sampah diperairan laut diperairan laut dapat meningkatkan jumlah populasi makhluk hidup di lautan

C.     Pengeboman ikan menggunakan bahan beracun dan perilaku membuang sampah di laut dapat mengurangi jumlah populasi ikan sehingga menyebabkan menurunnya keseimbangan ekosistem laut

D.    Pengeboman ikan, penggunaan bahan beracun dan perilaku membuang sampah di laut dapat memudahkan nelayan dalam menangkap ikan

10.    Perhatikan informasi berikut dengan cermat!

Sungai Martapura Tercemar, Ternak Ikan Keramba Merugi

Pembudidaya ikan kerambu di Kelurahan Banua Anyar, Kota Banjarmasin, terancam merugi. Ini terjadi setelah perairan sungai Martapura berubah wujud menjadi hijau tosca dan hijau kebiruan dalam seminggu terakhir.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Hamdi mengatakan perubahan warna air sungai Martapura diakibatkan pencemaran limbah pupuk pertanian dan pemberian ikan keramba yang berlebih. Hamdi mengakui perubahan wujud ini sudah menjadi fenomena tahunan. Menurut Hamdi, aliran limbah dari kawasa hulu Sungai Martapura memicu turunnya kadar oksigen di perairan. Selain itu, kondisi ini mendorong pertumbuhan alga lebih banyak. Alga pun membutuhkan oksigen untuk membantu proses respirasi di dalam perairan. Itu sebabnya, ada perebutan kebutuhan oskigen di tengah menipisnya pasokan oksigen. Makanya, ikan muncul ke permukaan untuk mencari kandungan oksigen lebih banyak, sebagian mati karena oksiden di dalam peraiaran menipis. Tingkat keasamannya (pH) 6,33, jadi masih aman karena pH dalam rentang 6 – 9. Kalau di bawah 6, artinya derajat keasammannya tinggi dan perlu perlakuan khusus untuk menaikan pH.

Berdasarkan kasus di Sungai Martapura Tersebut, dapat disimpulkan bahwa pencernaan sungai oleh limbah pupuk menyebebakan ….

A.    pH air menjadi asam yang mengakibatkan banyak ikan mati kekurangan oksigen

B.     warna air hijau tosca dan hijau kebiruan mengakibatkan ikan keracunan alga dan mati

C.     pertumbuhan alga yang melimpah menutup permukaan air sehingga ikan kekurangan oksigen

D.    perebutan oksigen oleh alga dan ikan mengakibatkan perubahan warna air dan pH menjadi asam

 

B.       Numerasi

11.    Riffa dan teman dalam kelompok diminta mengamati beberapa objek di lingkungan sekitar sekolah untuk mengidentifikasi kelompok makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Hasil aktivitas yang dilakukan oleh Rifa kemudian dimasukan dalam tabel pengamatan yang telah tersedia. Setelah selesai melakukan pengamatan, Riffa dan temannya menyajikan data sebagai beriktu.

No.

Ciri-Ciri Kehidupan

Objek

1

2

3

4

1.

Bergerak aktif

-

2.

Menanggapi rangsang

-

3.

Memerlukan sumber energi

-

4.

Berkembang biak

-

-

5.

Tumbuh dan berkembang

-

-

Berdasarkan data pengamatan yang disajikan oleh kelompok Riffa, manakah kesimpulan yang paling sesui untuk membedakan makhluk hidup dan benda mati berdasarkan ciri-ciri yang dimiliki .…

A.    Objek 1 dan 2 termasuk benda mati

B.     Objek 1 dan 4 termasuk makhluk hidup

C.     Objek 1 dan 3 termasuk benda mati

D.    Objek 2 dan 4 termasuk makhluk hidup

12.    Untuk mempelajari ciri makhluk hidup tumbuh dan berkembang, siswa kelas 7 diberi tugas untuk menanm biji tanaman kacang hijau pada dua buah pot yang berisi tanah. Kedua pot diberi label A dan B. Masing-masing pot yang berisi tanah diberi tiga biji kacang hijau. Pot A diletakan ditempat terang dan pot b ditempat gelam. Kemudian siswa diminta  mengamati pertumbuhan biji tanaman selama 7 hari dan mencatat pertambahan tinggi tanaman. Setelah 7 hari siswa menyajikan data dengan menggunakan grafik sebagai berikut:

Berikut ini kesimpulan yang paling tepat berdasarkan grafik hasil pengamatan pertumbuhan tanaman kacang hijau adalah ….

A.    Pertumbuhan tanaman kacang hijau ditempat gelap dengan intensitas cahaya lebih rendah tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan tanaman kacang hijau ditempat terang

B.     Pertumbuhan tanaman kacang hijau ditempat gelap dengan intensitas cahaya lebih rendah tumbuh lebih lambat dibandingkan dengan pertumbuhan tanaman kacan hijau ditempat terang

C.     Pertumbuhan kacang hijau ditempat terang dan gelap memiliki kecepatan pertumbuhan yang sama karena intensitas cahaya tidak mempengaruhi pertumbuhan tanaman

D.    Pertumbuhan tanaman kacang hijau tidak membutuhkan cahaya sehingga kedua tanaman memiliki tingkat pertumbuhan yang sama

13.    Perhatikan teks berikut ini!

Proses perkecambahan benih jagung terjadi saat terdapat radikula yang muncul dari kulti benih. Proses perkecambahan jagung dimulai saat terjadi penyerapan air yang dilakukan oleh benih yaitu dengan melalui proses ambibisi. Proses ini akan menjadikan benih menjadi bengkak dan akan diikuti oleh peningkatan enzim serta respirasi. Awal perkecambahan jagung yaitu koleoriza akan memanjang dan menembus pericarp, lalu radikula akan menembus koleoriza. Besaran panjang dan waktu dapat digunakan untuk menentukan pertumbuhan tanaman. Secara umum, fase tasseling berlangsung antara 42-52 hari sejak jagung berkecambah. Hal itu ditandai dengan terdapatnya cabang terakhir dari bunga jantan sebelum bunga betina muncul. Tahap ini dimulai sejak 2-3 hari sebelum rembut tongkol muncul.

Pada saat menanam jagung, hasil pnegukuran hari ke-2 dan selang 2 mingu diperoleh tinggi sperti pada gambar. laju pertumbuhan jagung tersebut setelah 2 minggu adalah ….

A.    4,14 cm/hari

B.     4,42 cm/hari

C.     30,00 cm/minggu

D.    31,00 cm/minggu

14.    Perhatikan bagan piramida energi berikut!

Kesimpulan yang tepat untuk bagan piramida makanan di atas adalah ….

A.    Ketika puncak piramida dicapai, jumlah individu menurun dan jumlah energi meningkat

B.     Ketika puncak piramida dicapai, jumah individu meningkat dan jumlah energi sama

C.     Pada dasar piramida, jumlah individu dan jumlah energi yang terlibat adalah yang paling besar

D.    Pada dasar piramida, jumlah individu dan jumlah energi yang terlibat adalah yang paling rendah

15.    Pemberian pupuk organik pada tanaman bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanaman dan daya tahan dari serangan penyakit. Meskipun pemberian pupuk harus dengan dosis yang tepat. Berikut tabel hasil percobaan pengaruh dosis pemberian pupuk organik terhadap tinggi tanaman.

Umur (minggu)

Variasi Dosis Pupuk Organik dan Tinggi Tanaman (m)

150 g/pot

200 g/pot

300 g/pot

1

0,02

0,02

0,02

2

0,05

0,08

0,06

3

0,1

0,2

0,2

4

0,3

0,4

0,4

5

0,4

1,0

0,5

Berdasarkan data di atas, kesimpulan yang tepat adalah ….

A.    Pemberian pupuk organik dengan dosis 300 g/pot menunjukan tingkat pertumbuhan yang paling tinggi dari pada pemberian pupuk organik dengan dosis 200 g/pot

B.     Pemberian pupuk organik dengan dosis 200 g/pot menunjukan tingkat pertumbuhan yang paling tinggi, dibandingkan dengan pemberian pupuk organik dengan dosis 150 g/pot dan 300 g/pot

C.     Pemberian pupuk organik dengan dosis berbeda, memberikan pengaruh yang sama pada tingkat pertumbuhan tinggi tanaman

D.    Pemberian pupuk organik dengan dosis 150 g/pot, menunjukan tingkat pertumbuhan tanaman paling rendah dan pemberian pupuk organik dengan dosis 300 g/pot tingkat pertumbuhannya paling tinggi

16.    Perhatikan grafik berikut!

Grafik di atas menggambarkan tentang bentuk interaksi antara dua spesies ketika berada pada kultur terpisah, dan ketika spesies hidup berada pada klutru campuran (sama). Berdasarkan grafik tersebut bentuk interaksi pada kedua spesies adalah ….

A.    Interaksi kedua spesies ketika berada pada kultur terpisah bersifat parasitisme sehingga kedua spesies tumbuh maksimal

B.     Interaksi kedua spesies ketika berada pada kultur campuran bersifat netral sehingga kedua spesies dapat tumbuh maksimal

C.     Interksi kedua spesiesk ketika berada pada kultru terpisah bersifat komensalisme sehingga Paramaecium aurelia populasinya menurun dan Paramaecium caudatum populasinya meningkat

D.    Interaksi kedua spesies ketika berada pada kultru campuran bersifat kompetisi sehingga Paramaecium caudatum kalah bersaing dan populasinya menurun

17.    Berikut adalah grafik penduduk terhadap kebutuhan air bersih!

Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk yang hidup dalam satuan luas suatu daerah atau negara dlam kurun waktu tertentu disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Kepadatan penduduk yang tinggi dalam suatu wilayah menjadi salah satu masalah yang berpengaruh terhadap kualitas suatu lingkungan salah satunya adalah masalah kebutuhan air bersih.

Berdasarkan grafik di atas, kesimpulan mengenai kebutuhan air bersih yang tepat adalah ….

A.    Kebutuhan air bersih meningkat seiring dengan peningkatan kepadan penduduk

B.     Kebutuhan air besih menurun jika terjadi peningkatan kepadatan penduduk

C.     Ketersediaan air bersih akan meningkat jika terjadi peningkatan kepadatan penduduk

D.    Kebutuhan air bersih tidak akan mengalami perubahan karena tidak dipengaruhi oleh kepadatan penduduk

18.    Bacalah teks bacaan berikut!

Kondisi Geografis hingga Jumlah Penduduk Pemicu Kualitas Udara di Tangsel Buruk

Tangerang: Kecamatan Ciputat menjadi wilayah dengan kualitas udara terburuk di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten. Jumlah penduduk hingga letak geografis disebut menjadi penyebabnya. "Ciputat kalau hasil kajian memang padat penduduk. Kemudian elevasinya dan datarannya paling rendah. Sehingga kalau angin dari arah mana pun akan berputar ditempat yang paling rendah," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Wahyunoto Lukman, Selasa, 15 Agustus 2023. Wahyunoto menuturkan, pihaknya memiliki dua alat khusus untuk melakukan pengecekan kadar udara secara akurat. Dua alat itu akan ditempatkan di beberapa wilayah untuk mendapatkan hasil penilaian terhadap kualitas udara.

"Alat itu fungsinya untuk mengukur indeks standar polusi udara dan kandungan dalam polusi yang ada. Satuannya kan partikel itu. Kita pakai metodologi. Kita acak tiap wilayah. Pasti nanti hasilnya berbeda, karena keadaan polusi di satu wilayah berbeda dengan wilayah yang lain," jelasnya.

Wahyunoto menjelaskan, untuk melihat efektivitas alat pihaknya juga meletakan alat tersebut di lokasi yang strategis dan banyak menjadi perlintasan di jalur padat kendaraan.

Dari informasi di atas, grafik pengaruh kepadatan penduduk terhadap kualitas udara yang benar adalah ….

19.    Perhatikan gambar berikut.

Berikut ini pernyataan yang benar berdasarkan data di atas adalah ….

A.    Hujan tropis Indonesia adalah hutan terbesar ke-3 di dunia dan Indonesia merupkan negara denan memiliki 97 juta hektare dengan hutan tropis yang luas di Indonesia terdapat di pulau Sumatera, Kalimantar dan Papua.

B.     Terdapat 52 spesies tumbuhan dan binatang hidup di hutan tropis, meskipun hanya menutupi 2% daratan wilayah Indonesia, Indonesia juga memiliki 25.000 spesies tumbuhan dan 2.000 spesies anggrek yang tumbuh di Kalimantan

C.     Sekitar 2/5 air tawar dunia ditemukan di hutan tropis sehingga hutan memilki pernan membantu pasokan air tawar dan air minum, dan oksigen yang kita hirup sebagian juga dihasilkan dari hutan tropis

D.    Hutan tropis Indonesia juga menyumbangkan spesies obat-obatan alami dan sekitar 26% obat-obatan alami dihasilkan dari hutan tropis.

20.    Perhatikan grafik berikut!

Banyak flora dan fauna khas Indonesia yang terancam eksistensinya akibat perubahan iklim dan kegiatan manusia. Manusia merupakan spesies di bumi yang mendominasi, sehingga setiap aktivitas manusia dapat berpengaruh terhadap keberadaan suatu ekosistem. Pernyataan-pernyataan berikut yang menunjukan prosentasi pengaruh alam dan aktivitas manusia yang mengancam keanekaragaman hayati adalah  ….

A.    Perubahan iklim dan polusi tidak mengancam keanekaragaman hayati

B.     Invasi spesies dan penyakit dapat mengancam keanekaragaman hayati leih dari 40%

C.     Perubahan guna lahan merupakan salah satu ancaman paling tinggi karena dapat mengancam keanekaragama hayati sebesar 50%

D.    Eksploitasi berlebihan dapat mengancam keanekaragaman hayati sebesar 60% melebihi perubahan guna lahan.

 

II.      Jawablah pertanyaan di bawah ini secara tepat!

Literasi

1.      Bacalah artikel berikut!

Lima Spesies Baru dari Laut Dalam menambah Koleksi Keanekaragaman Biota Laut Indonesia

Kekayaan jenis biota laut kembali bertambah dengan ditemukannya dua jenis baru ikan, dua jenis bintang laut dan satu jenis kepiting. Kelima biota laut tersebut diperoleh saat ekspedisi laut dalam (SJADES: South Java Deep Sea Expedition) yang merupkan kerja sama ilmiah antara Pusat Penelitian Oseanografi – LIPI dan National Universiti of Singapore

1)      Cheliperca flavolineta

Ikan ini diperoleh dari kedalaman 115-210 m. Di sebelah selatan cilacap, Jawa Tengah, ikan ini berbeda dengan jenis lainnya karean adanya garis kuning di sepanjang tubuhnya.

2)      Platygobiopsis hadiatyae

Ikan gobi berkepala besar dan tidak mempunyai sisik pada dada dan perutnya. Ikan ini diperoleh dari kedalaman 172-182 meter diperaian Panaitan, Selat Sunda

3)      Dispacaster fisheri (A) dan Pteraster Sjadesensis (B)

Kedua bintang laut ini ditemukan di selat sunda dengan kedalaman berbeda Dispacaster fisheri ditemukan di kedalaman 379 – 409 m. sementara Pteraster Sjadesensis ditemukan di kedalaman 92 – 103 m.

4)      Typhlocarcinops hadrotes

Kepiting laut dalam yang diberi nama Typhlocarcinops hadrotes, mengacu pada bentuk badanya yang gemuk dan tebal. Ditemukan di kedalaman 163 – 269 m, di pelabuhan Ratu dan bagian Selatan Cilacap.

a.       Berdasarkan data artikel di atas, kelompokanlah kelima hewan yang ditemukan dengan mengisi tabel berikut ini.

No.

Nama Hewan

Pengelompokan Hewan

Avertebrata

Vertebrata

1.

Cheliperca flavolineta

 

 

2.

Platygobiopsis hadiatyae

 

 

3.

Dispacaster fisheri

 

 

4.

Pteraster Sjadesensis

 

 

5.

Typhlocarcinops hadrotes

 

 

Keterangan: berilah tanda () pada kelompok yang kalian pilih

b.      Jelaskan apa perbedaan hewan averetebrata dan vertebrata yang kalian jadikan dasar untuk mengelompokan kelima hewan diatas!

2.      Perhatikan jaring jaring makanan pada suatu ekosistem berikut!

Berdasarkan gambar jaring-jaring makanan di atas tentukan bentuk interaksi antar makhluk hidup yang terjadi dalam ekosistem dengan melengkapi tabel berikut:

No.

Bentuk Interaksi

Contoh Interaksi Berdasarkan Gambar

1.

Kompetisi

…..

2.

Predasi

…..

3.

Herbovori

…..

3.      Pada pembelajaran IPA, Anindia dan teman-temannya melakukan pengamatan bentuk batang, akar dan daun pada beberapa jenis tanaman. Setelah melakukan pengamatan, dihasilkan data sebagai beriktu:

No.

Nama

Akar

Batang

Pertulangan Daun

1.

Jagung

Serabut

Tidak bercabang

Sejajar

2.

Cabai merah

Tunggang

Bercabang

Menyirip

3.

Jambu biji

Tunggang

Bercabang

Menyirip

4.

Lidah buaya

Serabut

Tidak bercabang

Sejajar

5.

Pepaya

Tunggang

Bercabang

Menyirip

Berdasarkan data pengamatan yang disajikan, tentukanlah ….

a.       Tumbuhan apa saja yang termasuk kelompok dikotil dan monokotil

Kelompok Tumbuhan Monokotil

Kelompok Tumbuhan dikotil

 

 

b.      Jelaskan perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil!

No.

Pembeda

Monokotil

Dikotil

1.

Bentuk akar

 

 

2.

Bentuk daun

 

 

3.

Bentuk pertulangan daun

 

 

4.

Jumlah keping biji

 

 

 

Numerasi

4.      Dalam klasifikasi makhluk hidup dikelompokan menjadi lima kingdom yakni Animalia, Plantae, Fungi, Protista dan Monera. Banyak organisme yang telah teridentifikasi, namun para ilmuwan percaya bahwa masih banyak organisme yang belum teridentifikasi di dunia ini. Berikut ini adalah tabel yang menunjukan jumlah organisme yang sudah di Identifiasi dan perkiraan organisme yang belum teridentifikasi.

Tebel: Jumlah Spesies Teridentifikasi dan Perkiraan Jumlah Spesies di dunia setiap Kingdom

Kingdom

Jumlah Spesies Teridentifikasi

Perkiraan Jumlah Spesies di Dunia

Animalia

1.300.000

10.000.000

Plantae

270.000

320.000

Fungi

72.000

1.500.000

Protista

80.000

600.000

Monera

4.000

1.000.000

a.       Berdasarkan data di atas, tentukan beberpa prosentase kingdom plantae dan kingdom animalia yang sudah teridentifikasi?

b.      Bandingkan prosentese kingdom plantae dan kingdom animalia, manakah yang lebih besar dan jelaskan mengapa demikian


5.      Fina bersama dengan teman sekelompoknya telah melakukan percobaan untuk mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap pertumbuhan kecambah kacang hijau. Percobaan dilakukan dengan menggunakan dua perlakuan berbeda, yaitu benih kacang hijau I disimpan di tempat gelap dan benih kacang hijau II disimpan di tempat terang. Data hasil percobaan disajikan dalam tabel berikut ini:

Hari

Tempat Gelap

Tempat Terang

Tinggi Kecambah (cm)

Tinggi Kecambah (cm)

1

1,6

0,4

2

2,4

1,2

3

3,6

1,9

4

4,2

2,4

5

5,5

2,6

6

6,8

2,9

7

7,9

3,2

8

9,6

3,6

Keterangan

Laju Pertumbuhan Tanaman = (Pengukuran akhir – Pengukuran awal) / lamanya pengukuran

Berdasarkan data percobaan di atas, tentukan:

a.       Besar laju pertumbuhan tanaman kacang hikau di tempat gelap dan di tempat teang!

b.      Jelaskan mengapa laju pertumbuhan di tempat gelap dan terang berbeda, apa saja faktor yang mempengaruhi perbedaan tersebut?


 





Related Posts:

0 comments:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Comments

Postingan Populer

Arsip Blog